Rabu, November 20

MODUL IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH I

MODUL I
IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH

1.1.       Pendahuluan
Paradigma Baru Pembangunan Pertanian adalah pembangunan pertanian berdimensi kerakyatan yakni pembangunan pertanian yang terpusat pada rakyat. Karena pelaku utama pembangunan pertanian adalah petani, maka pembangunan pertanian harus terpusat pada petani. Pembangunan pertanian harus diawali dari petani dan berakhir di petani. Maksudnya dalam proses pembangunan pertanian, petani harus perperan aktif mulai dari penyusunan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta hasilnya harus dinikmati petani.

Dalam rangka mewujudkan empat sukses pembangunan pertanian yakni 1). swasembada dan swasembada berkelanjutan; 2) peningkatan diversifikasi pangan; 3). peningkatan nilai tambah, daya saing produk dan eksport; serta 4) peningkatan kesejahteraan petani, maka pendekatan spesifik lokasi merupakan suatu keharusan. Spesifik lokasi disini bukan hanya terbatas pada komoditas saja, tetapi termasuk di dalamnya teknologi yang akan diterapkan harus sesuai dengan budaya dan sumberdaya pada masing-masing daerah atau wilayah pembangunan. Untuk itu pembangunan pertanian di pedesaan harus berangkat dari potensi yang dimiliki oleh desa yang bersangkutan, baik potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, teknologi, dan keadaaan sosial budayanya.
Potensi secara bahasa, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti kemampuan, kekuatan, kesanggupan dan daya  yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; sedangkan wilayah dalam hal ini bermakna ingkungan daerah (propinsi, kabupaten, kecamatan, atau desa). Untuk keperluan ini bisa dipilih wilayah tertentu, misalnya meliputi potensi wilayah desa. Jadi “potensi desa mengandung arti kemampuan yang dimiliki desa yang memungkinkan untuk dikembangkan
Kemampuan yang dimiliki suatu desa yang mungkin untuk dikembangkan tetap selamanya akan menjadi “potensi” bila tidak diolah, atau didayagunakan menjadi suatu “realita” berwujud kemanfaatan kepada masyarakat. Karena itu potensi wilayah memerlukan upaya-upaya tertentu untuk membuatnya bermanfaat kepada masayarakat.
Penyuluh Pertanian sebagai agen pembangunan harus memiliki kemampuan untuk melakukan indentifikasi potensi wilayah secara partisipatif untuk merencanakan pembangunan pedesaan dalam rangka meningkatkan kemandirian petani dalam beragribisnis, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Untuk mencapai hasil yang baik, seorang penyuluh perlu mempersiapkan suatu “instrumen” untuk menggali potensi wilayah sehingga mudah dipahami dan akan memudahkan dalam penyusunan rencana pembangunan dan pengembangan agribisnis tertentu.
Identifikasi Potensi wilayah dilakukan untuk memperoleh data keadaan wilayah dan agroekosistem dengan menggunakan data primer maupun data sekunder. Data primer diperoleh di lapangan baik dari petani maupun masyarakat yang terkait, sedangkan data sekunder diperoleh dari monografi desa/ kecamatan/BPP dan atau dari sumber-sumber lain yang relevan.
Identifikasi data primer bisa dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan wawancara semi tersetruktur menggunakan teknik PRA, sedangkan identifikasi data sekunder dilakukan dengan cara mengumpulkan seluruh data potensi wilayah dan agroekosistem dari data monografi desa/kecamatan/BPP dan sumber lain yang mendukung.
1.2.       Indikator Keberhasilan
Setelah mempelajari dan melaksanakan modul ini, mahasiswa dapat melaksanakan pengumpulan data primer dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan pengumpulan data sekunder dengan desk studi, yang digunakan sebagai bahan diskusi untuk membuat peta usahatani desa tempat PKL.
1.3.       Konsep PRA
Apa Participatory Rural Appraisal (PRA) itu?. PRA adalah:
·           “suatu metode untuk memahami desa secara partisipatif, dalam  upaya memahami permasalahan dan upaya antisipasi yang dibutuhkan, dengan  berdasarkan pada potensi dan kendala sumber daya yang  tersedia”.
·           “sebuah studi sebagai titik awal untuk memahami situasi lokal,  yang dilakukan oleh suatu tim multi-disiplin, dimana  pertanyaan-pertanyaannya tidak dapat diidentifikasikan lebih  dahulu sebagaimana dalam riset konvensional” .
·           “suatu pengalaman belajar bersama secara intensif, sistematis,  dan semi-terstruktur yang dilakukan di masyarakat dengan tim  multi-disiplin, dimana anggota masyarakat termasuk sebagai  peserta aktif (Bechsted, 1997)”.
PRA adalah sekumpulan metode/pendekatan  yang diharapkan dapat  digunakan untuk memfasilitasi  masyarakat untuk:
·           saling berbagi pengetahuan dan pengalaman;
·           menganalisis kondisi kehidupannya; dan
·           membuat rencana kegiatan berdasarkan hasil analisisnya
1.4.       7 Prinsip Dasar Pra
1.        Melibatkan kelompok masyarakat (mewakili)
2.        Masyarakat setempat sebagai pelaku utama
3.        Penerapan prinsip trianggulasi
4.        Berorientasi praktis
5.        Optimalkan hasil
6.        Santai dan Informal
7.        Prinsip demokrasi
1.5.       Langkah-langkah Pelaksanaan PRA
1.    Persiapan
a.  Pelatihan
b.    Penyusunan Tim PRA
c.    Pendefinisisan tujuan PRA
d.   Pembuatan Desain Kegiatan PRA
e.    Kunjungan Awal
2.    Pelaksanaan Pra
a.    Penjelasan Maksud, Tujuan, dan Proses PRA
b.    Diskusi Penggalian Informasi
c.    Pendokumentasian Hasil Diskusi
d.   Presentasi Hasil Diskusi
e.    Perumusan Rencana Aksi
3.    Tindak Lanjut
a.    Perincian Rencana Aksi
b.    Pelaksanaan Secara Partisipatif
1.6.       Pengelompokan Data dan Informasi
NO
Kelompok Data dan Informasi
Jenis Data dan Informasi
Pemanfataan Data dan Informasi
1
Jenis Tanaman dan ternak yang diusahakan petani
a.  Luas tanaman/ jumlah pohon, jumlah ternak.
b.  Pemanfaatan limbah pertanian
c.  Peranan komoditas terhadap pendapatan.
d.  Peluang pasar komoditas dan limbah pertanian.
e.  Kesesuaian agroklimat.
1.  Memilih komoditas unggulan.
2.  Identifikasi limbah pertanian yang belum dimanfaatkan.
2
Potensi Sumberdaya lahan, manusia dan infrastruktur Desa
a.       Jenis dan luas lahan pertanian.
b.      Topografi lahan
c.       Kesuburan lahan
d.      Ketersediaan air
e.       Potensi ganggunan hama dan penyakit.
f.       Luas penguasan lahan petani.
g.      Status penguasaan lahan
h.      Pemilikan ternak per petani.
i.        Ketersediaan tenaga kerja
j.        Respon petani terhadap informasi
k.      Aktivitas kolektif
l.        Aksesibilitas lokasi.
m.     Keberadaan kios sarana produksi.
n.      Keberadaan lembaga pemasaran
1.  Identifikasi sumberdaya lahan dan air.
2.  Identifikasi peluang kegagalan dan keberhasilan inovasi.
3.  Memilih lahan yang paling potensiaal untuk inovasi yang dikembangkan.
3
Kinerja Teknologi dan Kinerja Hasil Pertanian
Kinerja Teknologi
1.      Teknologi Produksi (pola tanam, pengolahan tanah, pemupukan, pemeliharaan tanaman, penggunaan varietas unggul, dsb)
2.      Teknologi Pasca panen.
3.      Teknologi Pemasaran hasil
4.      Teknologi pengolahan hasil.
Kinerja hasil
1.      Produksi produk utama per hektar.
2.      Produksi limbah per hektar.
3.      Pemanfaatan limbah
4.      Kerusakan tanaman akibat hama
5.      Kehialangan pasca panen
6.      Analisis finansial kegiatan produksi, penanganan pascapanen, pemasaran dan pengolahan hasil.
1.     Identifikasi peluang inovasi teknis di bidang produksi, pascapanen, pengolahan dan pemasaran hasil.
2.     Perkiaraan manfaat finansial inovasi teknis.
4
Kinerja Teknologi dan Kinerja Peternakan.
Kinerja Teknologi
1.     Sistem pemeliharaan
2.     Manajemen Pakan
3.     Manajemen perawatan
4.     Inseminasi buatan
5.     Pola penjualan
Kinerja hasil
a.      Periode kelahiran
b.     Kematian ternak
c.      Pertumbuhan bobot
d.     Produksi susu
e.      Produksi limbah
f.      Pemanfaatan limbah
g.     Analisis finansial.
1.     Identifikasi peluang inovasi teknis.
2.     Perkiraan manfaat finansial inovasi teknis
5
Kinerja kelembagaan agribisnis
a.       Kelembagaan produksi (organisasi kelompoktani, basis pengelompokan, aktivitas kolektif)
b.      Kelembagaan sarana produksi ( jenis dan jumlah lembaga, penyebaran lokasi, sistem transaksi dengan petani)
c.       Kelembagaan pengolahan (jenis dan jumlah lembaga, penyebaran lokasi, struktur pasar, sistem transaksi dengan petani, hubungan permodalan dengan petani)
d.      Kelembagaan pemasaran hasil (jenis dan jumlah lembaga; penyebaran lokasi, struktur pasar, sistem transaksi dengan petani, hubungan permodalan dengan petani)
e.       Kelembagaan permodalan (jenis lembaga, sistem transaksi, akses petani)
Identifikasi peluang inovasi kelembagaan.
6
Masalah pengembangan agribisnis.
Untuk tanaman dan ternak (termasuk ikan)
a.       Bidang produksi
b.      Bidang sarana produksi
c.       Bidang pengolahan
d.      Bidang pemasaran hasil
e.       Bidang permodalan
Identifikasi kebutuhan inovasi menurut versi praktisi agribisnis.
MODUL II
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
2.1.       IDENTIFIKASI DATA SEKUNDER
Pengumpulan dan pengolahan data sekunder adalah proses untuk mempelajari keadaan desa / wilayah berdasarkan data informasi yang telah ada dalam bentuk dokumen tertulis yang dibuat oleh pihak tertentu (dinas/instansi/LSM dll).
Data sekunder diperlukan sebagai dasar dalam memahami kondisi wilayah dan masyarakatnya dalam rangka mengidentifikasi data/informasi apa yang diperlukan dalam kegiatan PRA.
Beberapa jenis data sekunder yang dikumpulkan sebagai data pendukung PRA untuk penyuluhan agribisnis diantaranya :
·        Data agroklimat wilayah
·        Batas wilayah
·        Kependudukan
·        Kelembagaan formal dan non formal yang ada di wilayah
·        Tata guna lahan
·        Jenis usaha masyarakat
·        Tingkat pendapatan rata-rata
·        Sarana dan prasarana di wilayah
·        Program-program pembangunan pertanian yang sedang berjalan atau yang pernah dilaksanakan di wilayah
·        Teknologi yang diterapkan
·        Data produksi, luasan areal usaha tani, jumlah ternak dan komoditi utama yang dikembangkan di wilayah
Tujuan
1.    Mahasiswa mengetahui gambaran dasar keadaan wilayah baik masyarakat dan Lingkungannya.
2.    Sebagai pembanding terhadap data yang diperoleh secara langsung dari masyarakat pada teknik/instrumen PRA lainnya
Alat dan Bahan
Kertas HVS A4 atau Folio, penggaris, alat tulis, dan lapotop.
Metode  : desk studi
Waktu   : 8 jam
Langkah Langkah Penerapan
1.      Mengidentifikasi kebutuhan data/informasi yang diperlukan untuk menyusun perencanaan penyuluhan agribisnis desa .
2.      Memilih dan memilah data/informasi mana yang sudah tersedia, sudah di kumpulkan atau di dokumentasikan oleh pihak lain (dinas/instansi/LSM dll).
3.      Mendiskusikan dimana dan siapa sumber  setiap jenis data yang dimaksud, sebelum membagi tugas diantara anggota tim untuk melakukan pengumpulan data.
4.      Menyajikan data/informasi yang telah dikumpulkan agar semua anggota tim dapat membaca, mengerti dan memahami kondisi/keadaan wilayahnya .
5.      Melakukan telaahan bersama pada setiap topik yang berkaitan dengan pengkajian yang akan dilakukan, misalnya dengan menghubungkan antara satu data dengan data lainnya sehingga dapat terlihat masalah-masalah, potensi atau peluang pengembangan agribisnis di wilayah tersebut.
2.2.       IDENTIFIKASI DATA PRIMER
2.2.1.      Pembuatan Peta Sumberdaya Desa (Form 1)
Latar Belakang:
Peta secara sederhana diterjemahkan sebagai gambar wilayah dimana informasi diletakkan  dalam bentuk simbol-simbol. Sebagai media informasi, peta dimanfaatkan untuk membantu  pengambilan keputusan.
Peta yang akan dibuat oleh mahasiswa dan masyarakat desa lebih merupakan sarana untuk membantu proses  diskusi pemahaman kondisi wilayah. Dengan demikian, peta bukan sekedar merupakan hasil  dari diskusi tetapi lebih dari itu yaitu bagian dari proses diskusi.
Tujuan:
1.    Mahasiswa  paham tentang tata letak atau profil desa tempat PKL dilaksanakan.
2.    Mahasiswa mampu melakukan identifikasi data agroekosistem dan menggambar peta agroekosistem di wilayah desa lokasi PKL.
3.    Mahasiswa mampu memfasilitasi masyarakat dalam mengungkapkan keadaan desa dan lingkungannya sendiri seperti : lokasi sumber daya dan batas-batas wilayah, keadaan jenis-jenis sumber daya baik yang bermasalah maupun yang berpotensi.
4.    Mahasiswa mampu memfasilitasi masyarakat dalam mengkaji perubahan-perubahan keadaan dari sumber daya, mengenal sebab-sebab dan akibat dari perubahan tersebut.
Alat dan Bahan           
Kertas plano, spidol, krayon/spidol warna, lakban kertas, dan contoh peta tematik (bila  diperlukan).
Metode              : Diskusi kelompok, pengamatan lapangan (survei)
Waktu               : 4 jam
Langkah-langkah:
1.        Terangkan maksud dan proses pembuatan peta sumberdaya desa.
2.        Diskusikan jenis-jenis sumberdaya yang ada di desa dan lokasi sumberdaya tersebut.
3.        Sepakati bersama petani;
a.    Jenis sumberdaya penting yang akan dicantumkan kedalam peta serta perlu didiskusikan lebih lanjut
b.    Simbol setiap jenis sumberdaya yang akan dicantumkan dalam peta
4.        Mintalah masyarakat untuk membuat peta di atas tanah atau di atas kertas dengan cara sebagai berikut :
a.    Dimulai dari titik awal yang diinginkan masyarakat, seperti rumah ibadah, kantor desa dan sebagainya
b.    Kemudian lengkapi secara detil keadaan yang lain seperti jalan, sungai, batas dusun, dan sebagainya.
c.    Lengkapi peta dengan gambar detil dengan hal-hal khusus seperti lahan kritis, hutan dan sebagainya.
d.   Pastikan bahwa dalam gambar tidak ada yang terlewat
5.        Cantumkan disudut peta , simbol-simbol beserta artinya.
6.        Setelah peta selesai diskusikan lebih lanjut :
a.    Bagaimana keadaan sumberdaya, apa masalah-masalah yang terjadi dengan sumberdaya tersebut
b.    Apa akibat dari perubahan-perubahan dan masalah-masalah tersebut dengan kehidupan masyarakat
c.    Apakah terdapat hubungan sebab akibat diantara perubahan tersebut.
d.   Catatlah seluruh masalah, potensi , informasi yang muncul dalam dikusi dengan cermat, sebab hasil penggalian ini akan menjadi bahan bagi kegiatan penerapan teknik lain .( Tim PRA mencatat proses dan hasil diskusi).
e.    Dokumentasikan peta yang dihasilkan sebagai bahan acuan dikemudian hari
f.     Cantumkan pada sudut peta , peserta, pemandu, tempat, tanggal diskusi
2.2.2.      Identifikasi Kegiatan Usaha atau Mata Pencaharian (Form 2)
Latar Belakang
Teknik kajian mata pencaharian adalah teknik PRA yang digunakan memfasilitasi diskusi mengenai berbagai aspek mata pencaharian masyarakat. Jenis-jenis mata pencaharian beserta aspek-aspeknya, digambarkan dalam sebuah bagan.
Jenis Informasi yang diidentifikasi meliputi:  (a) mata pencaharian bidang pertanian seperti pertanian tanaman pangan, peternakan, perkebunan, perikanan; (b)  mata pencaharian bidang non pertanian seperti industri makanan, pertenunan, kerajinan, gerabah dan lain-lain; dan (c) ata pencaharian bidang jasa seperti buruh, tukang, transpot dan lain-lain
Tujuan
1.        Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami jenis-jenis mata pencaharian masyarakat desa tempat PKL.
2.        Memfasilitasi diskusi masyarakat mengenai aspek-aspek dari mata pencaharian masyarakat baik yang dilakukan didalam desa maupun diluar desa meliputi:
·        Jumlah orang yang melakukan setiap jenis mata pencaharian
·        Keadaan mata pencaharian tersebut (memenuhi kebutuhan /tidak)
·        Keadaan pasar dan pemasaran
·        Ketersediaan dan keadaan bahan baku
·        Ketersediaan dan keadaan tenaga kerja, baik perempuan maupun laki-laki dan ketrampilannya
·        Tingkat pendapatan
·        Perubahan-perubahan jenis pekerjaan yang berkembang akibat pembangunan
Alat dan Bahan
Kertas karton, kertas plano, spidol, kertas HVS, lakban, gunting dan pisau cutter
Metode : wawancara semi terstruktur dan diskusi kelompok
Waktu   : 4 jam
Langkah Langkah Penerapan
1.    Persiapan
Menggali pengetahuan awal petani tentang jenis-jenis mata pencaharian.
2.    Pelaksanaan
a.       Terangkan maksud dan proses pelaksanaan kegiatan
b.      Mintalah petani menuliskan semua jenis – jenis mata pemcaharian yang sebelumnya didiskusikan lebih dahulu.
c.       Bahaslah berbagai keadaan pekerjaan tersebut antara lain Pekerjaan masyarakat yang paling utama, dan masalah-masalah didalam pekerjaan tersebut
3.    Sepakati bersama jenis pekerjaan yang akan dicantumkan kedalam bagan yang akan didiskusikan lebih lanjut
a.         Aspek-aspek kajian yang akan dibahas tentang mata pencaharian
b.        Simbol topik bahasan yang dicantumkan dalam bagan
c.         Simbol untuk memberi nilai
4.    Mintalah masyarakat untuk membuat bagan di atas kertas besar dan tempelkan di dinding beserta topik-topik informasi hasil diskusi
5.    Cantumkan simbol dan artinya dipojok ketas
6.    Bagan didiskusikan kembali terutama mengenai maslah-masalahnya
7.    Catat seluruh masalah, potensi, dan informasi yang muncul
8.    Cantumkan nama peserta, jumlah peserta, nama pemandu, tempat dan tanggal pelaksanaan diskusi
2.2.3.      Peta Transek Desa atau Penelusuran Lokasi (Form 3)
Latar Belakang
Arti harfiah transek adalah gambar irisan muka bumi. Pada awalnya transek digunakan oleh para ahli lingkungan untuk mengenali dan mengamati wilayah-wilayah ekologi. Sebagai teknik
PRA, Teknik Penelusuran Lokasi (transek) adalah teknik PRA untuk melakukan pengamatan langsung lingkungan dan sumberdaya masyarakat, dengan jalan menelusuri wilayah desa mengikuti suatu lintasan tertentu yang disepakati. Hasil pengamatan dan lintasan tersebut kemudian dituangkan dalam bagan atau gambar irisan muka bumi untuk didiskusikan lebih lanjut.
Tujuan
1.    Mahasiswa  lebih memahami kondisi nyata tentang agroekosistem desa dan masalah-masalah pemeliharaan sumberdaya pertanian seperti menanggulangi erosi, kurangnya kesuburan tanah, hama penyakit tanaman/hewan, pembagian air, penggundulan hutan dan sebagainya.
2.    Mahasiswa mampu memandu petani untuk melakukan transek (penelusuran) di wilayah desa lokasi PKL.
Alat dan Bahan
Kertas plano, spidol, krayon/spidol warna, lakban kertas, dan kertas A4, serta buku catatan.
MetodePenelusuran  lapangan (survei), diskusi kelompok kecil, dan pleno
Waktu 7 jam
Langkah Langkah Penerapan
Persiapan
·      Mempersiapkan tim (petani dan masyarakat) yang akan ikut dalam penelusuran , alat tulis dan perbekalan lain-lain
·      Sertakan Pembimbing Ekstern sebagai narasumber yang memahami hal-hal yang sudah diperkirakan akan dikaji dalam kegiatan transek ini, terutama masalah-masalah teknis pertanian.
Pelaksanaan
          Sebelum berangkat, bahas kembali maksud dan tujuan kegiatan penelusuran lokasi serta proses kegiatan  yang akan dilakukan.
          Sepakati bersama peserta, lokasi-lokasi penting yang akan dikunjungi serta topik-topik kajian yang akan dilakukan.
          Sepakati bersama peserta, lokasi-lokasi penting yang akan dikunjungi serta topik-topik kajian yang akan dilakukan. Setelah itu, sepakati lintasan penelusuran.
          Sepakati titik awal perjalanan (lokasi pertama ), biasanya diambil dari titik terdekat dengan kita berada pada saat itu.
          Lakukan perjalanan dan amati keadaan disepanjang perjalanan. Biarkan petani (masyarakat) menunjukkan hal-hal yang dianggap penting untuk diperlihatkan dan dibahas keadaannya. Didiskusikan keadaan sumber daya tersebut dan amati dengan seksama.
          Buatlah catatan-catatan hasil diskusi di setiap ( tugas anggota tim pra yang menjadi pencatat )
Setelah Perjalanan
·           Jelaskan cara dan proses membuat bagan.
·           Sepakati lambang atau symbol-simbol yang dipergunakan  untuk menggambar bagan transek. Catat simbol-simbol tersebut beserta artinya disudut kertas. Pergunakan spidol berwarna agar jelas dan menarik.
·           Mintalah masyarakat untuk menggambarkan bagan transek berdasarkan hasil lintasan yang telah dilakukan. Buatlah dengan bahan atau cara yang mudah diperbaiki atau dihapus karena akan banyak koleksi terjadi.
·           Selama penggambaran, tim PRA mendampingi karena pembuatan irisan ini cukup sulit terutama mengenai :
v  Pikiran ketinggian (naik-turun permukaan bumi)
v  Perkiraan jarak antara satu lokasi drngan lokasi lain.
·           Pergunakan hasil gambar transek tersebut untuk mendiskusikan kebih lanjut permasalahan, potensi, serta harapan-harapan masyarakat mengenai semua informasi bahasan.
·           Buatlah catatan-catatan hasil diskusi tersebut ( tugas anggota Tim PRA yang menjadi pencatat ).
·           Cantumkan nama-nama atau jumlah peserta, pemandu, tanggal dan tempat pelaksanaan diskusi.
2.2.4.      Identifikasi Kalender Musim (Form 4)
Latar Belakang
Teknik penyusunan kalender musim adalah teknik PRA yang memfasilitasi pengkajian kegiatan –kegiatan dan kejadian-kejadian yang terjadi berulang dalam satu kurun waktu tertentu ( musiman) dalam kehidupan masyarakat
Kegiatan-kegiatan dan keadaan-keadaan itu dituangkan dalam kalender kegiatan atau keadaan-keadaan , biasanya dalam jarak waktu satu tahun ( 12 bulan).
Tujuan
1.      Mahasiswa paham pola kebiasaan masyarakat terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan pertanian dan kehidupan serta melihat hubungan sebab akibat antara pola tersebut dengan keadaan dan perubahan yang terjadi.
2.      Peserta mampu memfasilitasi masyarakat tani  untuk mengkaji :
a.    Keadaan dan pola kegiatan masyarakat, sehingga diperoleh profil kegiatan utama mereka sepanjang tahun.
b.    Profil kegiatan-kegiatan masyarakat sehingga terlihat pola pemanfaatan waktu masyarakat, yaitu saat mereka sibuk bekerja, saat sibuk dengan kegiatan lain, (sosial, agama, adat) dan saat mereka mempunyai waktu luang
c.    Diskusi mengenai masalah-masalah yang terjadi pada suatu keadaan atau dalam menyelenggarakan suatu kegiatan
Alat dan Bahan
Kertas plano, spidol, krayon, dan lakban kertas
Metode : wawancara semi terstruktur dan diskusi kelompok
Waktu   : 2 jam
Langkah Langkah Penerapan
1.        Terangkan maksud dan proses kegiatan
2.        Ajak masyarakat untuk mendiskusikan secara umum :
a.     Jenis kegiatan apa yang paling sering terjadi dibulan-bulan tertentu
b.    Apakah kegiatan itu selalu terulang dari tahun ketahun
c.     Selain kegiatan, keadaan apa yang juga sering terjadi pada bulan-bulan tertentu( mis kekeringan, wabah penyakit)
3.        Setelah cukup tergambarkan, sepakatilah bersama peserta :
a.       Kegiatan – kegiatan utama yang akan dicantumkan kedalam kalender serta perlu didiskusikan lebih lanjut
b.      Keadaan-keadaan kritis yang berakibat besar bagi masyarakat yang akan dicantumkan dalam kalender
c.       Simbol topik-topik bahasan yang dicantumkan dalam bagan berupa gambar- gambar sederhana yang mudah dikenali.
d.      Simbol untuk memberikan nilai dengan bahan-bahan lokal yang tersedia (biji jagung, kerikil, dll).
4.        Mintalah masyarakat untuk menggambarkan kalender di atas kertas besar yang ditempelkan didinding yang mencantumkan kolom topik-topik informasi sesuai dengan hasil diskusi
5.        Cantumkan disudut kertas simbol-simbol beserta artinya , serta penjelasan lain untuk memahami gambar
6.        Lakukan analisis kalender musim yaitu :
a.       Apa sebab terjadi maslah-masalah didalam pengelolaan kegiatan mereka
b.      Apa sebab terjadi masa-masa kritis dimasyarakat ( kekeringan , wabah, paceklik, dan sebagainya ).
c.       Apakah ada hubungan sebab akibat masalah-masalah dengan keadaan-keadaan tersebut.
d.      Apakah jalan keluar masyarakat untuk mengatasinya
7.        Catatlah seluruh masalah, potensi , informasi yang muncul dalam dikusi dengan cermat, sebab hasil penggalian ini akan menjadi bahan bagi kegiatan penerapan teknik lain .( Tim PRA mencatat proses dan hasil diskusi).
8.        Cantumkan peserta , pemandu, tanggal dan tempat diskusi.
2.2.5.      Identifikasi  Kecenderungan  Usaha Pertanian (Form 5)
Latar Belakang
Teknik pembuatan bagan kecenderungan dan perubahan adalah teknik PRA yang dapat menggambarkan perubahan-perubahan berbagai keadaan, kejadian, serta kegiatan masyarakat dari waktu kewaktu. Dari besarnya perubahan, hal-hal yang diamati yang dapat berkurang, tetap atau bertambah, kita bisa memperoleh gambaran adanya kecenderungan umum perubahan yang akan berlanjut di masa yang akan datang.
Tujuan
1.      Mahasiswa memahami kecenderungan perubahan lingkungan dan perilaku terkait dengan sumber daya alam dan kehidupan masyarakat.
2.      Mahasiswa mampu memfasilitasi petani untuk:
a.    Mengenali berbagai perubahan terpenting yang terjadi dalam berbagai bidang
b.    Kehidupannya serta mengkaji berbagai hubungan antara berbagai perubahan tersebut.
c.    Diskusi ini akan memberikan pemahaman tentang perubahan-perubahan dan cara pandang masyarakat tentang perubahan tersebut.
d.   Dapat memfasilitasi masyarakat dlam menilai dan menemukan cara-cara mengatasi dan mencegah perubahan yang buruk.
Alat dan Bahan
Kertas koran, spidol, krayon/spidol warna, dan lakban kertas
Metode : Wawancara semi terstruktur dan diskusi kelompok kecil.
Waktu  : 2 jam
Langkah Langkah Penerapan
1)        Terangkan maksud dan proses pelaksanaan kegiatan
2)        Mulailah diskusi dengan topik yang ringan , biasanya bagi petani masalah kebun menjadi perhatian utama. Apabila sebuah topik telah selesai dibahas, lanjutkan dengan topik berikutnya.
3)        Ajak masyarakat untuk mendiskusikan :
a.         Perubahan –perubahan penting yang terjadi di desa,
b.         Apa sebab-sebab terjadinya perubahan-perubahan tersebut
4)        Setelah cukup tergambarkan, sepakati bersama peserta:
a.         Topik-topik utama (perubahan-perubahan yang penting) yang akan dicantumkan kedalam bagan serta perlu didiskusikan lebih lanjut,
b.         Simbol topik-topik bahasan yang dicantumkan dalam bagan, berupa gambar-gambar sederhana yang mudah dikenali.
c.         Simbol untuk memberikan informasi bahan – bahan lokal yang tersedia seperti kerikil, biji jagung dan sebagainya.
d.        Titik-titik atau selang waktu yang akan dicantumkan
5)        Mintalah masyarakat untuk membuat bagan diatas kertas besar yang ditempelkan di dinding beserta topik-topik informasi sesuai hasil diskusi
6)        Cantumkan pada sudut kertas simbol-simbol beserta artinya , serta penjelasan lain untuk memahami gambar.
7)        Lakukan diskusi bagan perubahan lebih lanjut yaitu :
a.         apa akibat dari perubahan-perubahan ( yang sudah dan akan terjadi)
b.         Apakah ada hubungan sebab akibat diantara perubahan
c.         Apakah perubahan itu akan berlanjut terus diwaktu yang akan datang
8)        Catatlah seluruh masalah, potensi , informasi yang muncul dalam dikusi dengan cermat, sebab hasil penggalian ini akan menjadi bahan bagi kegiatan penerapan teknik lain .( Tim PRA mencatat proses dan hasil diskusi).
9)        Cantumkan nama-nama peserta diskusi ( jumlah, L/P, latar belakang peserta).
2.2.6.      Identifikasi Alokasi Waktu Kegiatan Harian (Form 6)
Latar Belakang
Alokasi waktu harian dibuat untuk mengetahui kondisi kehidupan masyarakat dalam rumah tangga khususnya dalam hal
        Kapan (jam berapa) suatu pekerjaan dilakukan.
        Siapa yang melakukannya dan berapa lama.
        Bagaimana pembagian beban kerjanya.
Tujuan
1.      Mahasiswa dapat mengidentifikasi aktivitas harian jender dalam rumah tangga.
2.      Mahasiswa mampu memfasilitasi petani dalam membuat jadwal alokasi kegiatan harian.
3.      Mahasiswa dapat memfasilitasi petani untuk berdiskui dalam mengungkapkan daftar masalah, potensi dan alternatif pemecahannya.
Alat dan Bahan
Kertas karton, kertas plano, spidol, kertas HVS, lakban, gunting dan pisau cutter
Metode : wawancara semi terstruktur dan diskusi kelompok
Waktu   : 2 jam
Langkah Langkah Penerapan
1.    Mahasiswa menjelaskan pengertian, manfaat dan cara membuat bagan alokasi waktu kegiatan harian.
2.    Mahasiswa bersama kelompoktani berdiskusi untuk mengidentifikasi kegiatan harian baik laki-laki maupun perempuan mulai dari bangun tidur (pagi hari), siang, sore, dan malam hari selama 24 jam.
3.    Berdasarkan hasil identifikasi tersebut kelompok membuat diagram bisa berbentuk garis atupun lingkaran yang menggambarkan pembagian kerja  (ayah, ibu, dan anak) selama 24 jam.
2.2.7.      Hubungan Kelembagaan atau Diagram Ven (Form 7)
Latar Belakang
Masyarakat dalam melakukan aktivitas kesehariannya, baik secara langsung atau tidak sering berinteraksi dengan berbagai kelembagaan lain apakah itu pemerintahan atau swadaya masyarakat. Dalam interaksi ini, kedua belah fihak mempunyai peran yang berbeda dan dari tujuan yang umum dijumpai, masyarakat adalahpenerima, mungkin ada juga sebagai pelaku.
Pada saat interaksi itu terjadi atau bahkan setelah suatu kegiatan berakhir, masyarakat selalu  akan menilai bagaimana keterkaitan dan sumbangan yang diberikan oleh lembaga-lembaga tersebut, adakah menyentuh langsung kepentingan atau aktivitas mereka, bahkan mungkin  sama sekali tidak ada hubungan dengan masyarakat.
Teknik pembuatan Bagan Hubungan Kelembagaan merupakan teknik PRA yang digunakan untuk memfasilitasi kajian hubungan anatara masyarakat dengan lembaga –lembaga yang terdapat dilingkungannya. Hasil pengkajian dituangkan dalam Diagram Venn ( sejenis diagram lingkaran /intersecsion), yang akan menunjukkan besarnya manfaat, pengaruh dan dekatnya hubungan suatu lembaga dengan masyarakat.
Tujuan
1.         Mahasiswa dapat mengetahui, memahami hubungan masyarakat desa dengan lembaga-lembaga yang ada di sekelilingnya.
2.         Mahasiswa dapat menfasilitasi masyarakat dalam menyusun diagram venn dan diskusi tentang:
a.    Keberadaan, manfaat dan perannya sebagai lembaga desa
b.    Saling hubungan diantara lembaga-lembaga tersebut
c.    Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat didalam kegiatan kelembagaan tersebut
Alat dan Bahan
Kertas karton, kertas plano, spidol, kertas HVS, lakban, gunting dan pisau cutter
Metode : wawancara semi terstruktur dan diskusi kelompok
Waktu   : 2 jam
Langkah Langkah Penerapan
1.        Jelaskan pengertian dan manfaat dari bagan kelembagaan diagram ven.
2.        Buatlah daftar lembaga, kelompok, atau pihak lain yang selama ini telah dikenal atau berperan penting dan berhubungan dengan masyarakat baik yang berada di dalam desa maupun yang berada di luar desa..
3.        Fasilitasi petani untuk diskusi kegiatan atau program yang telah dikembangkan oleh masing-masing lembaga, juga mengenai anggota dan pengurusnya
4.        Sepakati penggunaan simbol, pengertian dan kriteria penting atau bermanfaatnya suatu lemabaga, pengertian dan kedekatan suatu lembaga.
5.        Susunlah bagan hubungan dengan cara sebagai berikut:
      Tempatkan lingkaran masyarakat di tengah-tengah, sementara itu lembaga lain diletakkan di sekeliling lingkaran masyarakat.
      Besar/kecilnya ukuran lingkaran menunjukkan manfaat lembaga tersebut terhadap masyarakat. Untuk memudahkan dapat disepakati 3 macam ukuran seperti kecil, sedang, dan besar.
      Jauh/dekat lingkaran menunjukkan keakraban hubungan antara lembaga dan lembaga dengan masyarakat.
6.        Dalam proses penyusunan bagan sebaiknya menggunakan bahan yang masih dapat diubah susunannya, yaitu menggunakan lingkaran-lingkaran yang digunting dari kertas, batu-batu, daun-daunan dll., dengan ukuran yang berbeda-beda.
7.        Kalau hasil sudah dianggap lengkap, maka buatlah gambar diagram ven pada kertas plano.
8.        Setelah bagan diagram ven sudah tersusun dan digambar pada kertas plano, diskusikan hasilnya dan bahaslah bentuk atau pola hubungan yang seharusnya (menurut harapan masyarakat).
9.        Tulislah judul, tanggal, nama desa, dan nama anggota masyarakat yang terlibat dalam menyusun diagram ven.
10.    Lakukan pemeriksaan kembali ketepatan informasi yang diperoleh
11.    Diskusikan dan bahas lebih lanjut bagan tersebut, terutama tentang masalah dan potensi kelembagaan, serta kegiatan dan pola hubungan yang diharapkan masyarakat
12.    Catalah proses, pendapat, penilaian, dan seluruh informasi yang diperoleh dari hasil diskusi tersebut.







Form 1. Contoh Peta Sumberdaya Desa
Desa                       :  
Kecamatan            :
Kabupaten/Kota  :
Provinsi                 :
Tim 
1.  ________________________  Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota

Gambar 1 Peta Sumberdaya Desa
Form 2. Contoh Tabel Kegiatan Usaha atau Mata Pencaharian
Desa                       :  
Kecamatan            :
Kabupaten/Kota  :
Provinsi                 :
Tim 
1.  ________________________  Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota

NO
JENIS USAHA (PERTANIAN DAN NON PERTANIAN
WAKTU / MUSIM
KEGIATAN SETIAP JENIS USAHA
1



2



3



4



5



dst




SUMBER PENDAPATAN
BULAN
JUMLAH
RANKING
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12


Padi
••
•••
15
I
Jagung
•••
14
II
Ayam Buras






••
••




4

Kambing







••
••
••
••



8
IV
Sapi






••
••
••





6
V
Kacang tanah







••
•••


6
V
Sayur
12
III
Catatan: Nilai didasarkan jumlah uang dihasilkannya per bulan
               Ranking diberikan atas dasar jumlah uang yang dihasilkan per tahun
               Teknik ini merupakan gabungan antara matrik ranking dengan kalender musim
Gambar 2. Tabel Kegiatan Usaha dan Mata Pencaharian
Form 3. Contoh Penelusuran Lokasi ( Transek) Desa
Desa                       :  
Kecamatan            :
Kabupaten/Kota  :
Provinsi                 :
Tim 
1.  ________________________  Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota


Gambar 3.  Transek Desa


Form 4. Contoh Kalender Musim
Desa                       :  
Kecamatan            :
Kabupaten/Kota  :
Provinsi                 :
Tim 
1.  ________________________  Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota

Gambar 4. Kalender Musim


Form 5. Contoh Bagan Kecenderungan dan Perubahan
Desa                       :  
Kecamatan            :
Kabupaten/Kota  :
Provinsi                 :
Tim 
1.  ________________________  Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota

Gambar 5.  Bagan Kecenderungan dan Perubahan










Form 6. Contoh Bagan Alokasi Waktu Kegiatan Harian
Desa                       :  
Kecamatan            :
Kabupaten/Kota  :
Provinsi                 :
Tim 
1.  ________________________  Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota
Gambar 6. Alokasi Waktu Kegiatan Harian

Form 7. Contoh Bagan Hubungan Kelembagaan (Diagram Venn)
Desa                       :  
Kecamatan            :
Kabupaten/Kota  :
Provinsi                 :
Tim 
1.  ________________________  Ketua
2.  ________________________  Anggota
3.  ________________________  Anggota
4.  ________________________  Anggota
5.  ________________________  Anggota
6.  ________________________  Anggota
7.  ________________________  Anggota
8.  ________________________  Anggota
9.  ________________________  Anggota
   10.  ________________________  Anggota


 




















Gambar 7. Diagram Venn




MODUL III
ANALISI DATA DAN PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan data yang telah Anda kumpulkan dengan menggunakan metode PRA, lakukanlah analisis dan rumuskan permasalahan yang ada.:
1.             Analisis Potensi
a.    Berdasarkan hasil yang diperoleh dari setiap instrumen/teknik yang telah dikumpulkan maka lakukanlah rekapitulasi potensi-potensi yang ada di wilayah tersebut yang menyangkut potensi :
          Sumberdaya manusia
          Sumberdaya alam
·           Kelembagaan sistem dan usaha agribisnis
b.    Diskusikan kembali hasil rekapitulasi potensi, barangkali masih ada potensi  yang belum terinventarisasi pada hasil pengumpulan data melalui instrumen PRA.
c.    Kelompokan potensi-potensi yang sama, karena mungkin saja ada kesamaan  potensi yang ada di masing-masing wilayah dusun/RW, sehingga akan  diperoleh rekapitulasi potensi yang ada di desa.
Tabel Rekapitulasi Potensi Desa
Aspek
Potensi
Dusun/RW I
Dusun/RW II
Dusun/RW III
Sumberdaya manusia




Sumberdaya alam




Kelembagaan Agribisnis




Sarana dan prasarana agribisnis




2.             Analisis Masalah
a.    Berdasarkan hasil yang diperoleh dari setiap instrumen/teknik yang telah dikumpulkan maka lakukanlah rekapitulasi masalah-masalah yang ada di wilayah tersebut yang menyangkut masalah :
          Sumberdaya manusia
          Sumberdaya alam
          Kelembagaan sistem dan usaha agribisnis
b.    Diskusikan kembali hasil rekapitulasi masalah, barangkali masih ada masalah yang belum terinventarisasi pada hasil pengumpulan data melalui instrumen PRA.
c.    Kelompokan masalah-masalah yang sama, karena mungkin saja ada kesamaan masalah yang ada di masing-masing wilayah dusun/RW, sehingga akan diperoleh rekapitulasi masalah yang ada di desa.
d.   Melakukan pemeringkatan dan urutan prioritas masalah, dengan menggunakan teknik pemeringkatan yang disepakati. Apabila data/informasi dari hasil pemeringkatan telah dilakukan untuk masing-masing dusun/RW maka data tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk melakukan pemeringkatan di tingkat desa. Apabila masalah yang ditemukan di desa cukup banyak, sepakatilah masalah-masalah mana saja yang akan dijadikan prioritas. Pilih 3-5 masalah prioritas dengan menggunakan kriteria-kriteria yang disepakati misalnya ; dihadapi oleh sebagian besar petani, memiliki nilai strategis, kesesuaian dengan kebijakan pembangunan pertanian dll.
e.    Merumuskan faktor penyebab masalah dari urutan masalah prioritas yang telah disusun secara partisipatif.
Tabel Rekapitulasi Masalah di Tingkat Desa
Aspek
Masalah
Dusun/RW I
Dusun/RW II
Dusun/RW III
Sumberdaya manusia




Sumberdaya alam




Kelembagaan Agribisnis




Sarana dan prasarana agribisnis




Tabel Peringkat Masalah dan Faktor Penyebab Masalah Di Tingkat Desa
Aspek
Peringkat masalah
Faktor Penyebab masalah
Keterangan
Sumberdaya manusia



Sumberdaya alam



Kelembagaan Agribisnis



Sarana dan prasarana agribisnis





Tabel Analisis Hasil PRA di Tingkat Desa

Contoh Hasil analisis Peta Transek

Contoh hasil pengkajian masalah dan potensi dari kalender musim

Contoh Hasil Penentuan Peringkat Masalah




MODUL IV
POTENSI USAHATANI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DESA
Dari analisis agroekosistem dan berbagai data dalam instrumen PRA yang telah dilakukan diperoleh Potensi Usahatani Desa yang dituangkan dalam bentuk matrik, sebagaimana contoh di bawah ini.
Contoh matrik potensi usahatani desa.
Nama Desa      : ..............................................
Kecamatan      : .............................................
Kabupaten       : ............................................
Provinsi           : ............................................
Atas dasar hasil analisis data dan identifikasi masalah akan diperoleh semua permasalah yang ada di desa yang bersangkutan. Permasalahan yang ada tersebut selanjutnya dilakukan penentuan prioritas atau ranking masalah dengan menggunakan metode impact point.
      Selanjutnya lakukan pengkajian tindakan pemecahan masalah yang dituangkan dalam bentuk matrik tindakan pemecahan masalah sebagaimana contoh di bawah ini.

Contoh Hasil Pengkajian Tindakan Pemecahan masalah
      Langkah selanjutnya diskusikan dengan petani untuk menentukan peringkat tindakan, dan tuangkan dalam bentuk matrik sebagai berikut
Contoh Matrik Penentuan Peringkat Tindakan

      Berdasarkan matrik peringkat tindakan, buatlah program pembangunan desa dengan memperhatikan prinsip-prinsip 6 W + 1 H
        What (tujuan/ aspek program)
        Why (alasan/ masalah)
        How (kegiatan/ bahan/ alat/ sarana)
        Who (Penanggung jawab/ sasaran)
        Whom (Penerima manfaat / sasaran)
        Where (lokasi)
        When (waktu)
      Selanjutnya buatlah analisis program dan matrik program dan kegiatan sebagaimana contoh di bawah ini.
KETERANGAN: B=BARU, L=LANJUTAN, R-REHABILITASI, P=PERLUASAN
      Pekerjaan selanjutnya, buatlah program pembangunan pertanian desa sebagaimana contoh di bawah ini.
Desa           : ....................................
Kecamatan : ....................................
Kabupaten  : ....................................
Provinsi      : ...................................

Ooooo0000oooo0















MODUL IV PELAKSANAAN PENYULUHAN PERTANIAN

Pelaksanaan penyuluhan pertanian merupakan implementasi dari programa penyuluhan pertanian yang telah tersusun, kemudian dijabarkan dalam Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP). Oleh karena itu sebagai kontrol dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian adalah memperhatikan matrik yang sudah tertera dalam RKTP.
            Pelaksanaan Penyuluhan merupakan kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan menerapkan salah satu programaa penyuluhan yang telah tersusun atau penyuluhan berdasarkan inventarisasi sendiri atas dasar kebutuhan pelaku utama atau pelaku usaha pada saat itu. Pelaksanaan penyuluhan pada dasarnya mengimplementasikan segala unsur penyuluhan  yang meliputi : sasaran, masalah, tujuan, materi, metode, teknik, media, sumber biaya, penanggung jawab, dan keterangan lainnya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan penyuluhan.
            Pelaksanaan penyuluhan yang baik harus dipersiapkan segala sesuatunya dengan baik seperti : Lembaran Persiapan Menyuluh (LPM), media penyuluhan, berita acara penyuluhan, daftar hadir, dan persiapan- persiapan lainnya yang digunakan untuk mendukung kelancaran dalam pelaksanaan  penyuluhan pertanian. 

Penyusunan LPM
            Materi yang telah dipilih untuk disampaikan kepada sasaran selanjutnya disusun dalam Lembar Persiapan Menyuluh (LPM). Penyusunan LPM dimaksudkan untuk memudahkan Penyuluh menyampaikan materi penyuluhannya, karena didalam LPM dicantumkan hal-hal yang akan digunakan dan disampaikan kepada sasaran terkait dengan materi penyuluhan. Berikut adalah contoh format LPM.


Penyusunan Sinopsis
Selain LPM perlu juga disiapkan ringkasan dari materi yang dapat dituangkan kedalam “sinopsis”. Sinopsis berasal dari kata synopical yang artinya ringkas. Berdasarkan asal kata tersebut, sinopsis diartikan: ringkasan suatu materi tulisan yang panjang (baik fiksi maupun non-fiksi) dan sinopsis itu sendiri ditulis dalam bentuk narasi.
Sinopsis terdiri dari dua versi, yaitu :
1.      Sinopsis yang ditulis untuk meringkas karya yang sudah ada atau sudah ditulis secara lengkap
2.      Sinopsis yang ditulis untuk persiapan menulis suatu gagasan yang akan dituangkan dalam bentuk fiksi maupun non-fiksi.

Langkah-langkah membuat sinopsis karya yang sudah ada adalah:
a.       Membaca materi dengan seksama dan penuh konsentrasi;
b.      Menyediakan waktu khusus untuk membaca;
c.       Membaca dalam kondisi rileks – tanpa tekanan;
d.      Pahami materi;
e.       Pikirkan sinopsis yang akan ditulis siapa pembacanya?;
f.       Tulis sinopsis dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca.

Sedangkan langkah-langkah membuat sinopsis untuk menyampaikan’ ide atau gagasan,adalah :
a.       Pemetaan materi yang akan disampaikan: siapa sasarannya?;
b.      Sinopsis yang telah ditulis perlu disertai lembar-lembar presentasi detail gagasan sebagai pendukungnya;
c.       Siap menerima kritikan dan melakukan revisi (apabila dianggap perlu) bahkan mungkin merombak (re-writing);
d.      Mempertimbangkan segi ekonomi
e.       Siap mempresentasikan sinopsis.


(Contoh Format)

Lembar Persiapan Menyuluh (LPM)

Judul                             :     ………………………………………………………………
Tujuan                           :     ………………………………………………………………
Metode                         :     ………………………………………………………………
Media                           :     ………………………………………………………………
Waktu                           :     ………………………………………………………………
Alat Bantu                    :     ………………………………………………………………

Pokok Kegiatan
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
Pendahuluan



Isi / Materi



Pengakhiran




Tempat dan Tanggal  Penyusunan LPM


Penyuluh,

Nama dan Tanda tangan


 (Contoh Format)

SINOPSIS

Judul  Materi                :     …………………………………………………….

Bagian awal  --------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bagian utama  ------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bagian akhir  --------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Tempat dan Tanggal Penyusun

Penyuluh,

Nama dan Tanda tangan




3 komentar:

SAHABAT PETANI mengatakan...

sangat bagus, tapi kok gak muncul matriks-matriksnya pak

Menumbing MC mengatakan...

gambar gambarnya gak muncul pak

Derisent Wae mengatakan...

Sagat bagus dan membantu saya sebagai PPL, tapi sayangnya jenis font kayaknya kurang pas dengan isi tulisan ini, dan sangat disayangkan pula matriks nya nggak bisa muncul, seandainya bisa diperbaiki ini akan jadi sumber pengetahuan yang bagus.

Posting Komentar